3 Perahu Nelayan Paciran Tersambar Petir
Kamis sore kemarin sekitar pukul 16.00 guyuran hujan seperti biasanya menghiasi tanah paciran, awalnya hujan datang seperti biasa, cenderung tidak begitu deras dengan angin semilir yang juga tidak begitu keras. tetapi semuanya berubah manakala hujan mulai mereda. tiba-tiba petir mulai datang menyambar bersahutan.
Bersamaan dengan guyuran hujan bergemericik petir terus bersahutan berkilat dan menyambar di atas awan Paciran. Cuaca hujan ekstrim disertai sambaran petir yang tak juga mereda ini akhirnya membawa korban.
Sekitar pukul 18.00 tiga buah perahu nelayan Paciran menjadi korban sambaran petir, kondisi yang terparah adalah perahu milik Moh. Abd. Hakim. warga nelayan watu bolong. sedangkan dua buah perahu lainnya masih dalam kondisi yang tidak begitu fatal.

Perahu yang tersambar petir
Kejadian ini sempat menjadi geger warga sekitar, perahu yang merupakan satu-satu-Nya aset bagi warga nelayan Paciran untuk mencari suapan nasi anak dan istrinya ini sama sekali sudah tidak bisa terpakai.
Beberapa nelayan yang mengalami musibah ini kemudian langsung melakukan mediasi kepada Rukun Nelayan setempat terkait masa depan mereka, mengingat kejadian langka ini merupakan hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya di desa Paciran.

Mediasi Nelayan dengan Rukun Nelayan
Ketua Rukun Nelayan Paciran Muchlisin Amar hakekatnya sudah punya bayangan terkait dengan hal seperti ini. Jauh-jauh hari sebelum musibah seperti ini terjadi beliau pernah mengajukan kepada Pemkab Lamongan berkenaan Asuransi untuk Perahu Nelayan yang notabene memang rawan sekali terintai musibah seperti cuaca ekstrim yang berpotensi menenggelamkan perahu serta lalu lintas kapal besar yang sekarang banyak wara-wiri di perairan Paciran menambah potensi musibah terjadi kepada perahu-perahu nelayan sekitar kawasan desa Paciran.
Tetapi sayangnya dinas terkait masih belum merespon hal ini dengan positif, padahal sudah sekitar setahun yang lalu usulan ini sempat ditampung oleh komisi IV DPR RI.
Foto via
Muchlisin Amar
Andy Farell Ultras Persela
Bersamaan dengan guyuran hujan bergemericik petir terus bersahutan berkilat dan menyambar di atas awan Paciran. Cuaca hujan ekstrim disertai sambaran petir yang tak juga mereda ini akhirnya membawa korban.
Sekitar pukul 18.00 tiga buah perahu nelayan Paciran menjadi korban sambaran petir, kondisi yang terparah adalah perahu milik Moh. Abd. Hakim. warga nelayan watu bolong. sedangkan dua buah perahu lainnya masih dalam kondisi yang tidak begitu fatal.

Perahu yang tersambar petir
Kejadian ini sempat menjadi geger warga sekitar, perahu yang merupakan satu-satu-Nya aset bagi warga nelayan Paciran untuk mencari suapan nasi anak dan istrinya ini sama sekali sudah tidak bisa terpakai.
Beberapa nelayan yang mengalami musibah ini kemudian langsung melakukan mediasi kepada Rukun Nelayan setempat terkait masa depan mereka, mengingat kejadian langka ini merupakan hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya di desa Paciran.

Mediasi Nelayan dengan Rukun Nelayan
Ketua Rukun Nelayan Paciran Muchlisin Amar hakekatnya sudah punya bayangan terkait dengan hal seperti ini. Jauh-jauh hari sebelum musibah seperti ini terjadi beliau pernah mengajukan kepada Pemkab Lamongan berkenaan Asuransi untuk Perahu Nelayan yang notabene memang rawan sekali terintai musibah seperti cuaca ekstrim yang berpotensi menenggelamkan perahu serta lalu lintas kapal besar yang sekarang banyak wara-wiri di perairan Paciran menambah potensi musibah terjadi kepada perahu-perahu nelayan sekitar kawasan desa Paciran.
Tetapi sayangnya dinas terkait masih belum merespon hal ini dengan positif, padahal sudah sekitar setahun yang lalu usulan ini sempat ditampung oleh komisi IV DPR RI.
Foto via
Muchlisin Amar
Andy Farell Ultras Persela