Waspada! Melonjaknya Kriminalitas Menjelang Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri


Situasi desa Paciran saat ini sedang ramai-ramainya maklum saja hal itu di picu dengan akan di selenggarakannya pemilihan kepala desa, hampir semua penduduk membahas bakal calon kades masing-masing yang di jagokan. Mulai dari ibu-ibu di Pasar Kriyek yang sampai lupa daftar belanjaan karena lebih asek bahas bakal calon kades atau bapak-bapak yang beradu argumentasi dengan ngotot sampai membela urat malunya hingga para remaja yang lebih memilih sosial media sebagai wadah penyaluran aspirasi dengan cara nyeleneh yaitu perang gambar, tentunya dengan gambar idola bakal calon kades masing-masing. Euforia menjelang pesta demokrasi ini membuat banyak warga jadi lengah akan keamanan desa dan ini bisa menjadi kesempatan yang baik bagi para pelaku kejahatan, masyarakat menjadi lupa bahwa ada situasi genting dalam beberapa minggu ke depan.

Padahal sudah menjadi fenomena yang selalu terulang setiap tahun bahwa menjelang bulan puasa dan Lebaran akan ada tren peningkatan kejahatan khususnya untuk kasus-kasus pencurian, dan perampokan. Kondisi ini di picu oleh tuntutan keadaan yang amat sangat memaksa untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang membumbung tinggi menjelang bulan puasa dan lebaran. karena pelaku kejahatan juga butuh tunjangan hari raya dan ikut mudik ke kampung halaman seperti saudara-saudara yang lainnya hal ini membuat para pelaku kejahatan lebih termotivasi. Meskipun harus melakukan dengan cara merampas hak orang lain. Bedebah!

Kejahatan atau tindak kriminalitas yang sering terjadi menjelang bulan puasa dan lebaran biasanya pencurian motor, penjambretan, perampokan, hipnotis, pembobolan rumah kosong, penipuan dan berbagai modus kejahatan lainnya. Sejatinya pada bulan Ramadhan, tingkat kriminalitas berkurang karena umat islam sedang melaksanakan ibadah puasa. (Jare Pak Ustad : Setane tik kerangkeng). Akan tetapi pada kenyataannya malah meningkat tindak kriminalitas saat bulan puasa apalagi mendekati lebaran Idul Fitri.

Kejahatan apa pun bisa terjadi karena ada kesempatan, penjahat juga banyak akal untuk melakukan aksinya. istilahnya kreatif yang sesat. Namun ada beberapa faktor yang bisa membuat para pelaku kejahatan bisa melakukan aksinya dengan mudah. Beberapa faktor tersebut seperti Masyarakat yang lengah dan tidak waspada terhadap kejahatan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Tidak ada polisi yang rutin berpatroli di lingkungan masyarakat. Tidak adanya satuan keamanan desa [hansip].

Di sini akan saya beri tips untuk mencegah terjadinya kejahatan yang marak menjelang bulan puasa dan lebaran.

Pertama para pemilik kendaraan bermotor baik berroda dua atau empat bahkan lebih supaya mengunci kendaraannya dan menggunakan kunci tambahan yang aman bila di perlukan pasang alarm dan jangan lupa parkir di dalam garasi. Jangan parkir di tengah Padang Pasir nanti anda malah kena sindrom parkiran liar yang selalu melindungi diri dengan kalimat sakti ini "Parkir seribu, bila ada barang yang hilang kami tidak bertanggung jawab." Ajooor.

Kedua ibu-ibu yang berbelanja di pasar atau sedang jalan-jalan supaya menghindari memakai perhiasan yang mencolok, yang mana hal itu bisa memancing terjadinya kejahatan. Jika masih ingin tampil modis ya Pakai aksesoris dari bahan plastik atau karet saja, selain lebih praktis, juga tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan tentunya lebih murah meriah. (Jare ibu-ibu bocah nek ngomong kok asal jeplak, durung tahu tik setip karet palingan.)

Ketiga bagi yang mau ambil uang tunai dalam jumlah besar di bank, sebaiknya menggunakan jasa pengamanan Polisi. (Jangan nekat pakai jasa pengamanan dari ormas intoleran bisa tekor buat nasi bungkus doang. amit-amit jabang bayi.)

Kelima digalakkan kembali satuan pengamanan di lingkungan masyarakat. Dengan cara yang kreatif Perbanyak acara nonton bareng liga eropa di tiap-tiap gang, bisa juga dengan main Karambol, Takraw, Bentik, dan Obak-Sodor di tiap-tiap gang. saya kok hakhul yakin bakal aman. Meski nanti para ibu-ibu yang pada demo ke bapak-bapak sambil menjunjung poster tinggi-tinggi dengan tulisan "Save Nafkah Bathin" dengan hastag aliansi_mahmud_desa.)

Dengan adanya kesadaraan sejak dini serta meningkatnya kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat, di harapkan tindak kriminalitas semakin minim terjadi di bulan Ramadhan tahun ini. Amiin.

Postingan populer dari blog ini

Mazoola

Cara Registrasi Kartu Prabayar Telkomsel untuk Nomor Lama dan Baru

Cara Registrasi Ulang Kartu Telkomsel, Tri, Indosat, XL & Smartfren